Kamis, 25 Desember 2014

Memperhatikan perkembangan bakat anak


Perkembangan anak menjadi penantian setiap orang tua.Terutama ibu dari anak tersebut. Dimasa dimana si kecil tumbuh menjadi bayi usia setahun hingga batita yang kemudian menjadi balita (bayi usia lima tahun). Bakat-bakat mereka muncul seiring perkembangan otak mereka yang tumbuh pesat. Agar tidak salah langkah dalam mendidiknya hendaknya ibu yang menjadi orang yang paling peka akan perkembangan anak tersebut.

Jangan halangi kreativitasnya
Dengan mengahalangi kreatifitasnya berarti mematikan perkembangan pikirannya untuk menuju kecerdasannya yang optimal. Biarkanlah mereka berbuat semaunya dengan tentunya arahan-arahan agar tidak salah langkah. Ingat anak kecil masih perlu bimbingan orang tuanya untuk memahami dengan benar baik dan buruknya suatu kegiatan.

Membiarkan dan membina kreativitas anak
Biarkan bersosialisasi dengan teman sebayanya
Dengan membawanya ke taman yang penuh dengan anak-anak sebayanya maka si kecil akan tumbuh dengan bergaul yang wajar dan memahami akan kehadiran makhluk sosial di sekelilingnya. Kadangkala orang tua ada beberapa yang belum memahami pentingnya kebersamaan untuk itu lahirlah apa yang dinamakan taman kanak-kanak dimana di taman itulah mereka tumbuh dan mekar bersama. Memasukkan anak-anak di taman pendidikan al Quran atau Taman Kanak-kanak membantu menumbuhkan minat dan bakat mereka sejak usia dini.

Ajak teman-teman sebayanya kerumah
Sesekali undanglah teman-teman mereka untuk mengadakan acara di rumah. Undangan tersebut bisa saja bersama para orang tua mereka. Namun ketika itulah tinggalkan mereka bersama sambil mengawasi dari kejauhan apa yang mereka lakukan bersama teman-teman mereka. Dengan kegiatan positif mereka dapat tumbuh dengan baik.

Tempat penitipan anak yang baik
Jika memang membutuhkan tempat penitipan, maka titipkanlah di tempat penitipan yang berkualitas baik dan bersertifikat. Hingga memiliki pola pendidikan yang baik. Misalkan lembaga khusus anak-anak. Jika ingin mencobanya, cobalah dengan menitipkan namun kita awasi dari kejauhan di tempat persembunyian, disana kekurangan-kekurangan atau hal-hal yang harus diperbaiki untuk anak menjadi terlihat.

Makanan yang bergizi
Sekali lagi makanan yang bergizi merupakan hal yang penting bagi perkembangan otaknya. Ibu yang cerdas, akan mengutamakan gizi yang baik bukan makanan yang enak dan mahal. Sehingga sejak kecil didikan makanan yang bergizi membuat sang anak tumbuh bijaksana di masa remajanya.

Ajari hidup hemat
Dengan hidup bergelimang kemewahan membuat sang anak tertempa dan terbiasa dalam kehidupan instant yang berbahaya di masa remajanya. Sesekali ajaklah anak untuk berbelanja di pasar tradisional hingga melihat ibunya menawar harga di pasar. Latihan ini cukup untuk membuat sang anak pandai bernegosiasi di masa remajanya.

Membawa anak mengikuti seminar
Dengan membawa anak kecil ikut seminar maka akan melatih otaknya untuk berkembang menyerap informasi kosakata yang baik untuk perkembangan otaknya. Namun perlu dicatat kadangkala kita dipusingkan akan tangisan dan perilaku anak kita jika belum terbiasa.

Jangan ajari anak secara berlebihan
Pusat bahasa adalah selama 2 tahun. Dalam dua tahun perkembangan anak di awal-awal pertumbuhan ajarilah bahasa Ibu atau bahasa yang baik dan benar yaitu sopan santun berbahasa Indonesia, kata-kata seperti "terima kasih" dan "saya minta maaf bu" juga penting untuk diajarkan selain ucapan salam dan doa. Dengan mengajari anak berlebihan semisal bahasa Inggris dan bahasa lain secara bersamaan akan membuat anak menjadi terganggu pola bahasanya sehingga membuat anak kebingungan. Cukup satu bahasa saja namun efektif hingga usia sekolah dasar. Setelah usia 7 tahun barulah ajarkan bahasa lain selain Indonesia.

Nah semoga perkembangan anak-anak Indonesia sejak dini akan menghasilkan generasi Madinatul Iman yang baik. Insha Allah ... (dkn).

Baca Juga :



Share This Article


Sebarkan !

0 komentar:

Setujukah anda dengan "dokter Layanan Primer"(DLP) ?