Senin, 12 Januari 2015

Visite Ber-Vespa dan Jalan Hidup Bersahaja sang dokter Skuterian

Menjadi seorang dokter merupakan fardu kifayah yang dimiliki oleh setiap insan Alumni Kedokteran UMM. Dan dalam menjalankan tugas itu tentunya memiliki hal-hal yang menunjang perjalanan profesi itu. Seorang dokter tidak begitu saja sampai di tempat kerja, katakanlah rumah sakit, puskesmas, klinik, hingga mengunjungi pasien "dor to dor". Untuk menunjang profesi tersebut kendaraan yang mengantarkan individu dokter itu merupakan hal-hal yang menyenangkan sekaligus cara ekspresi agar dokter tersebut nyaman dalam menjalankan tugas-tugasnya yang berat, dan menjauhi stres emosional.

Visite Bervespa, Jalan Hidup dokter Skuterian
Vespa, kendaraan lapis baja yang fenomenal
Cara yang dilakukan oleh para dokter ini cukup unik. Mereka senang sekali mengunjungi Rumah Sakit, hingga visite di beberapa tempat seperti rumah dengan mengendarai vespa.Kendaraan yang berasal dari Italia ini memang memiliki keunikan tersendiri karena bentuknya yang menyerupai mobil militer diktator masa lalu yaitu Adolf Hitler yang mengendarai Volkswagen Kodok (VW Kodok). Alasan kefanatikan mewarnai pikiran para pemiliknya untuk tetap merawatnya hingga di zaman modern seperti sekarang ini. Kendaraan ini memang mulai diperkenalkan tahun 1946 menjelang berakhirnya perang dunia kedua sehingga model karakter militer (fasis) masih melekat pada desainnya. Dengan slogan khusus yang masih melekat hingga sekarang yakni "Not just a scooter, a way of life". Yang berarti jalan hidup abadi seorang skuterian.

Berbicara soal jalan hidup skuterian, kita juga langsung terbayang bagaimana jalan hidup skuterian dari para dokter alumni Kedokteran UMM. Kita simak seorang dokter Alumni yang mati-matian ikut pelelangan sebuah vespa klasik bersertifikat yang mungkin hanya ada di Museum Piaggio Italia.Karena kefanatikannya terhadap Vespa yang membuatnya hampir bertengkar dengan Isterinya ia membawa pulang Vespa kebanggaannya dengan nilai yang enggan ia sebutkan.

"One person, one unit"
dokter alumni itu bernama dr. Muhammad Shodiq seorang skuterian dari Kabupaten Kertosono yang menabung kurang lebih sepuluh tahun sejak tahun 2002 untuk mendapatkan vespa tersebut. Penggemar motot-motor retroklasik ini juga tak segan-segan membawa Vespanya mengunjungi pasien di Rumah Sakit. Ikatan emosional antar fanatisme vespa memang cukup dekat, mereka dengan mudah dapat mengambil suku cadang dari para pemilik vespa jika diperlukan. "One person, one unit" merupakan ciri khasnya, karena memang kendaraan itu dirancang hanya pemiliknya yang mampu mengendarainya dengan stabil.

Apa adanya, kendaraan sang dokter Skuterian

Begitu juga dengan dokter Teddy Prawiro yang bertugas di salah satu Rumah Sakit Muhammadiyah. Ia sempat memilih sebuah kendaraan roda empat ataukah vespa sebagai pendamping visitenya, dan jatuhnya pilihannya selalu pada vespa biru mudanya.
Lebih memilih kendaraan yang berada pada lateral kanan, meski saat musim hujan

Philosophy Khusus
Sebuah perbuatan baik memiliki makna yang dalam, dan itulah filosofi. Sedangkan sebuah filosophy tentunya bersumber dari perbuatan baik dengan doa yang baik pada Tuhan Yang Maha Esa di setiap perbuatan itu. Nah, mari kita lihat filosofi apa saja yang melekat pada mereka.

"Bodi besi bermakna mental yang kuat tanpa rantai bermakna kebebasan, namun tetap sesuai rotasi persneling cocok dengan jiwa dokter yang harus bermental kuat menghadapi keluhan seumur hidup  dan melakukan tindakan medis yang bebas berekspresi improvisasi namun tetap sesuai pakemnya". (dr. Muhammad Shodiq)

Alumni Kertosono ini menyamakan kekuatan Vespa dengan mental baja yang dimiliki oleh para alumni dan ekspresi tanpa rantai yang diartikan bebas tanpa harus diikat rantai birokrasi dalam bertugas.

Sedangkan dr. Teddy Prawiro memberikan filosofi khusus yang bermakna bagi fanatisme aliran ekstrem skuterian ini, berikut kita simak penyataannya berikut ini;

dokter Skuterian, kendaraan lapis baja menyimpan 1.000 filosofi perhatikan plat nomornya

"Filosofi Vespa itu mengajarkan kita tentang kehidupan. Semua tidak ada yang instan tetapi semua (itu) butuh proses, seperti halnya vespa. Vespa cantik, tarikan mantap, tidak mogokan, semua berawal dari barang yang sudah tua hampir tidak layak pakai kata banyak orang bahkan ragu untuk menaikinnya. Tetapi  kenyataannya vespa juga bisa terlihat cantik bisa jalan, tidak mogokan. Berani kotor otak atik vespa mencari kendala. Mau memperbaiki sendiri ketika tali gas,tali kopling putus saat perjalanan tidak putus asa memperbaiki sendiri.

Jadi saya bisa menyimpulkan belajar banyak dari vespa itu intinya: "Kejarlah impian secantik, sebagus dan sebaik mungkin. Orang berkata kelihatannya kita tidak bisa, tidak berdaya, biarlah yang penting kita bisa buktikan kalau kita itu lebih bisa, lebih memiliki daya tarik plus dari sisi lain.
Jatuh berdiri lagi, Gagal coba lagi, tak ada yang tidak mungkin selagi kita mau berusaha meskipun yang berkehendak menentukan kehidupan kita kedepannya (hanyalah kepada) Allah. Kalau kita terus berusaha Allah pasti akan kasih jalan terang. Seperti halnya kita berusaha memperbaiki vespa pasti akan jauh lebih baik. "Semua yg kita kerjakan tidak akan pernah ada kata sia-sia". Dengan naik vespa saya bisa leluasa dan mudah masuk di (dalam) berbagai kalangan dan teman tanpa melihat sisi apapun. "I Like Vespa and I'am Scooterist." (dr. Teddy Prawiro)

Hal ini mengingatkan kita akan semboyan Vespa di tahun 1990an yakni "Memang lebih baik naik Vespa" (daripada jalan kaki). Nah filosofi diatas menutup pertemuan kita kali ini tentang kendaraan ekstrem alumni, nantikan pertemuan selanjutnya tentang kendaraan ekstrem alumni lainnya. (dkn)

kirim cerita anda ke :
    alumni.fkumm@gmail.com
    Kontak WA : 081520320410
    BBM : 51FBCD66

Baca Juga :





Share This Article


Sebarkan !

2 komentar:

FKUMM 2003 mengatakan...

Bagaimana dg kendaraan anda ⊙_⊙?
Serta filosofinya
+_+*

Kunsantri Nurrobbi mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

Setujukah anda dengan "dokter Layanan Primer"(DLP) ?