Rabu, 20 Agustus 2014

Mengenang Jasa Para Dokter di Masa Pra-Kemerdekaan

Mengenang jasa para dokter di masa pra-kemerdekaan mengingatkan kita dan menginspirasi kita untuk terus berkarya dan mengabdi kepada bangsa Ini, mengapa demikian ? Karenanya kita tidak boleh lupa akan jati diri kita. Meskipun pemerintah Hindia Belanda saat itu melakukan politik perbedaan warna kulit dan hanya kaum tertentu yang boleh  bersekolah, termasuk sekolah kedokteran pada waktu itu. Berikut Jasa Para Dokter yang ikut memberikan kontribusi dalam berjuang melawan penjajahan. Alumni FK-UMM mencatat tiga besar yang berperan sangat penting, yakni:

1. Dokter Radjiman Widiodiningrat
Beliau berperan aktif dalam bernegosiasi untuk perumusan kemerdekaan yang selalu bersama Bapak Soekarno dan Bapak Hatta dalam terus bergerak mendekati orang-orang atas yang menjadi kunci dalam membebaskan negeri ini dalam penjajahan, tempat-tempat yang didatangi tentulah tempat berbahaya seperti Markas Komandan Asia Tenggara di Singapura pada masa Jepang berkuasa, dan tempat-tempat penting lainnya yang berperan penting dalam proses kemerdekaan. dr. Radjiman adalah satu-satunya orang yang terlibat secara akif dalam kancah perjuangan berbangsa dimulai dari munculnya Boedi Utomo sampai pembentukan BPUPKI, dan masuk sebagai wakil dari Budi Utomo untuk Dewan Rakyat ( Volksraad) dan mengusulkan agar sistem pertahanan dimiliki setiap daerah dari rakyat (tentara rakyat). Meskipun tidak mengangkat senjata, tentunya ancaman nyawa merupakan taruhan bagi mereka di tempat-tempat tersebut. Sempat berselisih akan konsep organisasi kepada rekan sejawatnya dr. Cipto Mangunkusumo tetapi tetap mengutamakan yang terbaik untuk negeri ini. Dr. Kanjeng Raden Tumenggung (K.R.T.) Radjiman Wedyodiningrat lahir di Yogyakarta, 21 April 1879 dan berpulang ke Rahmatullah 20 September 1952  di Ngawi, Jawa Timur pada usia 73 tahun. Namanya diabadikan sebagai nama Rumah Sakit di Malang Jawa Timur.

Dr. K.R.T. Radjiman Wedyodiningrat
 2. Dokter Soetomo
Adalah penggagas utama organisasi Nasional pertama yang tidak bersifat kedaerahan "Budi Utomo", dari sinilah benih-benih perlawanan yang bersifat Nasional tumbuh sebagai bom waktu yang meledak ketika waktunya tiba, sehingga melahirkan kemerdekaan Indonesia, bersama rekan dr. Wahidin Sudirohusodo yang juga dokter mereka bahu membahu menyebar luaskan pentingnya persatuan dan kesatuan negeri. Beliau lahir di desa Ngepeh Nganjuk, Jawa Timur, 30 Juli 1888 dan berpulang ke Rahmatullah di Surabaya, Jawa Timur, 30 Mei 1938 dalam usia 49 tahun.

Pendiri Organisasi Pergerakan Nasional Pertama dr. Soetomo
3. Dokter Cipto Mangunkusumo
Siapakah beliau ? dialah pelatih atau mentor dari Bapak Proklamator sekaligus Presiden RI pertama yaitu Bapak DR. Ir. Soekarno. Dokter ini terlihat sangat tegas dan disegani para bangsawan kulit putih, sejak kecil ia tidak menyia-nyiakan waktunya untuk bermain meskipun para teman "bule"-nya mengajaknya dengan berbagai macam tawaran menggiurkan.
dr. Tjipto Mangoenkoesoemo lahir di sebuah desa yang bernama Pecangakan, Ambarawa, Semarang, 1886 dan berpulang ke Rahmatullah saat masih belum menikmati kemerdekaan di Jakarta, 8 Maret 1943. Beliau bersama Douwes Dekker dan KI. Hajar Dewantara yang dikenal dengan nama Tiga Serangkai membentuk Indische Partij untuk menghimpun kekuatan-kekuatan dari pergerakan Nasional yang kelak menjadikan negeri ini merdeka termasuk mendidik bapak Ir. Soekarno.

dr. Tjipto Mangoenkoesoemo


Share This Article


Sebarkan !

0 komentar:

Setujukah anda dengan "dokter Layanan Primer"(DLP) ?