Rabu, 11 November 2015

Mempertaruhkan nyawa di daerah terpencil, dr. Internship ini Meninggal Dunia saat bertugas

Menjelang hari kesehatan nasional besok (12/11/15) hari ini Rabu (11/11/15) saudara dr. Dionisius Giri Samodra (dr. Andra) yang bertugas di daerah terpencil gugur dalam tugasnya. berikut kronologisnya:


[11/11, 08:21] Taufik Jamaa: Emergency call. Bang Taufik. mhn bantuan segera jaringan Kemkes /IDI. mudah2an Dr Zaenal monitor. Ada seorang dokter yg sedang internship di rsud Dobo Maluku Tenggara kep. Aru...dalam keadaan febris + penurunan kesadaran...trombosit sdh 50 ribu. namun ada kendala dalam hal biaya untuk evakuasinya...selain itu juga mengenai pesawat yang akan menjemput ke sana...kasihan sekali dokter yang sedang internship tersebut...kondisinya mulai menurun...kira2 Kemkes /IDI  bisa bantu kah?
[11/11, 08:22] Taufik Jamaa: mhn bantuan kawan2 siapa saja yg bisa bantu jaringannya. BA tlg di team Presiden. kasihan dokter2 yg mempertaruhkan jiwa  dan raga dipedalaman.
[11/11, 08:22] Taufik Jamaa: pasien an dr. dionisus giri samudra di rsud cendrawasih Dobo. Kontak yg bisa dihubungi sbb :

1.dr spesialis penyakit dalam dr martin : 082141894562
2. Dokter senior Dr glenn : 081248591111
3. Dr tika (teman internship) : 082399352452

[11/11, 16.30] Ts. dr. Dionisius Giri Samodra (andra ) yg dievakuasi dari daerah maluku dalam kondisi gawat terintubasi dikabarkan sdh meninggal jam 1800 Wit. Terima kasih atas segala bantuan yg diberikan.

Menurut informasi yang diterima alumnikedokteranumm.com dr. Donisius Andra Giri menghembuskan nafas terakhirnya sekitar pukul 18.00 waktu setempat.


Respon Pengurus Besar Ikatan dokter Indonesia

Press Release PB IDI atas Meninggalnya Dokter Internsip di Kepulauan Aru – Maluku

Rabu, 11 November 2015, satu sejawat dokter di Indonesia meninggal dalam menjalankan tugas pengabdiannya di Aru-Maluku. Tepat sehari sebelum peringatan Hari Kesehatan Nasional.  

Dr. Dionisius Giri. Dokter yang sudah menjalani enam bulan dari satu tahun masa internsipnya. Kabar sakitnya dokter yang masih muda dan baru menyelesaikan studinya di tahun 2015 itu menyebar dengan cepat dan spontan memancing rasa keprihatinan dari banyak sejawatnya.

Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) turut menyampaikan belasungkawa dan simpati yang dalam kepada keluarga dan kerabat yang ditinggalkan. 

Dari kejadian ini, kita tersadarkan mengenai risiko bagi mereka yang menekuni profesi kedokteran. Kita kembali mengingat beberapa kejadian serupa yang dialami dokter-dokter, yang dengan berani bertugas di daerah dengan medan pengabdian berat dan berisiko tinggi di daerah endemis penyakit tertentu.

Kejadian serupa di masa depan kami harap tak terulang lagi. Oleh karena itu PB IDI mengajak Pemerintah pusat dan daerah untuk bersama-sama membekali dokter-dokter dan tenaga kesehatan lain yang dikirim ke daerah agar lebih siap. Melakukan langkah profilaksis dan tatalaksana awal jika dokter dan paramedis juga jatuh sakit. Akses informasi dan prosedur evakuasi perlu ditingkatkan untuk daerah sangat terpencil, kepulauan, dan perbatasan di mana terdapat pelayanan kesehatannya.

PB IDI menghimbau kepada seluruh jajaran pengurus IDI wilayah maupun cabang serta perhimpunan dokter untuk ikut berkabung dan menyiapkan pernyataan duka cita. Semoga sejawat semua selalu dalam lindungan Tuhan dan limpahan kesehatan di tempat pengabdian masing-masing. 


Jakarta, 11 November 2015

Ketua Umum 


Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia

Dr.Zaenal Abidin,S.H,M.H.Kes


Share This Article


Sebarkan !

0 komentar:

Setujukah anda dengan "dokter Layanan Primer"(DLP) ?