Kamis, 16 Oktober 2014

"Attitude" selama Koass Menentukan Lulus Tidaknya UKDI

Hukum sebab akibat atau dapat dikatakan "Sesuai Amal Perbuatan" benar-benar terjadi di UKDI atau UKMPPD, dimana nasib mahasiswa/mahasiswi yang dimasa koassnya mengalami tempaan dan ujian berat kemudian serius belajar ditentukan hanya beberapa menit dalam ujian negara yang terkenal "angker" ini. Masa-masa koass adalah masa dimana mengenal karakter, sifat, dan isi kepala yang ditambahi dengan rasa keikhlasan atau pun kepura-puraan bercampur kelicikan ketika dalam suatu kelompok kepaniteraan akan sangat berpengaruh pada saat ujian kompetensi nasional tersebut. Bayangan akan dosa-dosa selama mendzalimi rekan sendiri dan mengambil keuntungan dari penderitaan rekan saudara sejawatnya sendiri di masa koas segera terbayarkan oleh nasib "qisas" yang menyedihkan, yaitu "TIDAK LULUS UKDI". 
Ilustrasi
Sangat menyedihkan, namun itulah kenyataan pahit yang harus diterima. Yah, dengan jalan itulah Allah menunjukkan yang benar itulah disebut Haq dan yang bathil tetaplah bathil. Renungan ini sekaligus nasehat bagi rekan-rekan adik-adik alumnikedokteranumm.com yang masih menempuh pendidikan kepaniteraan (Koass). Kembali kepada masalah attitude, secara etimologis attitude merupakan sikap, tingkah laku atau perilaku seseorang dalam berinteraksi ataupun berkomunikasi dengan sesama manusia

 Alumnikedokteranumm.com mendapatkan beberapa peserta ujian yang gagal uji kompetensi baik dari universitas kita maupun lebih-lebih dari universitas negeri sekalipun. Sebut saja bunga, Ia gagal ujian kompetensi dan merasa berdosa kepada rekan-rekannya karena telah memanfaatkannya hingga lulus Koass, bahkan semasa kuliah sekalipun iya selalu hidup dalam (maaf) "kelicikan" perkuliahan yang tidak patut diceritakan dalam renungan ini, hanya pelajaranlah atau ibrah yang dapat kita petik. 

Ada lagi seorang putera sebut saja Arjuna, iya juga saat Koass selalu membuat masalah dan melimpahkan masalah itu pada rekannya sehingga membuat kerugian pada kelompok, dan ia berhasil menyelamatkan diri sendiri sembari tertawa di masa Koasnya, ia kemudian menyesal hingga tidak lulus UKDI sementara rekan-rekannya kini mengikuti program Internship. 

Dalam kisah pelajaran lain diceritakan seorang Alumanita sebut saja Melati, ia sempat dipanggil ke Kampus karena laporan tidak benar (baca : fitnah) dan sempat diskors dengan menyedihkan dan sakit hatinya pada saat Koass sementara rekan-rekannya justru selamat karena menyelamatkan diri masing-masing (baca: dimanfaatkan dan dizalimi), justru tempaan pahit itu membuat dirinya kuat. Kenangan pahit tersebut dibayar lunas saat UKDI dengan menempatkan dirinya lulus UKDI dengan nilai memuaskan, sementara rekan-rekannya yang dahulu meninggalkannya menunduk-nunduk meminta maaf padanya atas kesalahan masa lalu yang menyakitkan. Rekan-rekannya tidak lulus UKDI, sungguh hukuman yang setimpal, rasa sakit itu dibayar LUNAS !, Subhanallah ...

Sekilas ilustrasi dari ibrah atau pelajaran itulah alumnikedokteranumm.com mengajak para adik-adik sekalian untuk bermental baja dan bersemangat "45" dalam berjihad untuk Koass sebagaimana dicontohkan untuk tiga angkatan utama yang telah senior terutama angkatan 2001 yang mencetak prestasi luar biasa lulus UKDI 100%, caranya mudah yaitu Koass dengan baik karena lulus tidaknya UKDI kalian adalah sesuai dengan amal perbuatan kalian di masa Koass. WallahuA'lam bissawab.

Share This Article


Sebarkan !

0 komentar:

Setujukah anda dengan "dokter Layanan Primer"(DLP) ?