Jumat, 10 Oktober 2014

Berlari Mengejar Impian Bersama Ngalam Run Malang (NRM)

Apa itu NRM ? Non Re-breathing Masker kah ? mari kita simak liputan berikut.
Berlari adalah salah satu olahraga yang menyenangkan dan menyehatkan. Bagi sebagian orang dengan berlari dapat melepaskan kejenuhan dengan bebasnya. Berlari juga dapat dijadikan salah satu pelepas titik masalah. Olahraga yang murah meriah ini juga merupakan sumber inspiratif dan saling bersilaturahim terutama bagi para alumni yang sudah jarang sekali mendapatkan kebersamaan.

Mereka berlari mengejar Impian Mereka
Disebut Malang Run Malang, grup ini beranggotakan hingga puluhan orang yang berlari sesuai kata hati di hari Khamis malam dan Minggu pagi. Entah darimana dalil yang dipakai untuk sumber aturan tersebut, yang jelas mereka akan berlari secara rutin di kedua hari itu. Salah seorang personel AKU yang juga anggota bidang kajian dan penelitian dr. Yotin Bayu, saat ditemui pada hari minggu (28/9/14), sangat antusias mengajak para anggota Alumni FK-UMM yang lain untuk berpartisipasi. Untuk lokasinya mereka biasanya berkumpul dari kampus II UMM, Kampus Unibraw, hingga Jalan Veteran.

Ikutan Run Malang Run, Yoookkkk, tiap Khamis malam dan Minggu pagi … “ Kata Alumanita ini penuh bersemangat. Saat ditanya apa saja kegiatannya. Ia menjawab santai dan praktis. “Kegiatannya lari saja je … he he …”
Terdengar sederhana, namun kata lari disini mengandung arti yang mendalam. Apakah itu ?
Lari adalah kata yang unik, memiliki empat huruf yang dapat menjadi kata induk dan juga kata kerja, jika ditambah dengan imbuhan ber- maka akan menjadi berlari. Yang bertambah makna makin dalam. Jika kita terus berlari dengan penuh rasa keinginan bercita-cita maka secara filosofis energi keberhasilan itu akan muncul. Kita akan segera teringat pada salah satu rukun haji yaitu sa’I atau berlari dari dua bukit yaitu Shafa dan Marwah yang berjarak 405 meter. Dalam Qur’an surat Ibrahim ayat 37 dikisahkan bahwa Nabi Ibrahim AS meninggalkan Siti Hajar bersama puteranya Nabi Ismail yang masih kecil karena mengikuti perintah Allah. Siti Hajar kemudian berlari diantara kedua bukit tersebut pulang-pergi untuk mencari sumber air hingga tujuh kali, sampai pada akhirnya Allah memberikan sumber air yang disebut zam-zam.

Kisah tentang berlari ternyata memiliki makna yang sangat dalam. Ketika cita-cita kita harus tercapai beberapa pengorbanan untuk keikhlasan mendapat ridho Allah yang penuh dengan ujian. Disitulah kita mencoba berlari untuk menemukan pemecahannya. Sampai keikhlasan itulah maka Allah akan memberikan balasan yang tak ternilai sebagaimana air zam-zam.

Nah paling tidak sebelum kelak kita melaksanakan ibadah haji, kita bisa bersilaturahim sambil belajar untuk berlari bersama. Maka pantaslah kita mengatakan “Angkatlah aku menjadi pelari !”


Share This Article


Sebarkan !

0 komentar:

Setujukah anda dengan "dokter Layanan Primer"(DLP) ?