Jumat, 19 Agustus 2016

Berjiwa Nasionalis “Trio AKU” ini Enggan Tinggalkan Status Warga Negara Indonesia

Mengambil PhD di luar negeri tidak hanya merupakan kebanggaan keluarga dan diri, namun juga merupakan kebanggaan dari Alumni Kedokteran UMM (AKU). Sebagai keluarga besar dari AKU trio dokter AKU yang berada di Luar Negeri ini, yaitu dr. Hotimah, dr. Nokik dan dr. Salva menolak untuk meninggalkan status kewarganegaraan mereka. Sebagai mana diketahui Undang-Undang Republik Indonesia tidak mengakui adanya status kewarganegaraan ganda.
dr. Hotimah tampak kontras dengan Hijabnya
Menempuh studi PhD di luar negeri tidaklah mudah. PhD atau Doctor of Philosophy merupakan gelar S3 luar negeri yang tidak didapatkan di Indonesia. Mereka harus lulus Qualifying Exam yang keras kemudian menyusun proposal penelitian asli yang jelas dan mempertahankan proposal ini dan mempertahankannya di depan para profesor ternama dalam tahap pertama. Kemudian dilanjutkan kembali pada tahun-tahun berikutnya dengan mempertahankan penelitian tersebut. Waktu yang panjang dan menguras energi tersebut tentunya akan lebih mudah jika memiliki kewarganegaraan pada negeri tempat menimba ilmu tersebut, sehingga tak heran mereka yang berpikir singkat akan begitu saja melepas kewarganegaraan Indonesia mereka untuk fokus berada di negeri tersebut.
Paspor Indonesia (ilustrasi)
Berdasarkan Undang-Undang Nomor 12 tahun 2012 tentang Kewarganegaraan, pemerintah Indonesia hanya mengakui warga negara ganda sampai usia 18 tahun.‬ Sehingga apabila dalam batas tersebut mereka hanya dapat memilih kewarganegaraan Indonesia atau melepasnya. Begitupula yang terjadi di negara tempat belajar. Proses naturalisasi bisa saja dilakukan namun terbentur oleh peraturan tersebut. Sebagaimana kita ketahui AKU yang berada di luar negeri antara lain :
  1. dr. Hotimah - FK UMM Angkatan 2005 Studied Doctoral Program/PhD Cardiovascular Medicine 2013 - University of Tokushima, Japan
  2. dr. Endin Nokik Stujanna - FK UMM Angkatan 2006, Studied Doctoral Program/PhD Cardiovascular Medicine 2014 - University of Tsukuba, Jepang
  3. dr. Salva Reverentia - FK UMM Angkatan 2008, Studied Doctoral Program/PhD Cardiovascular Medicine 2015 - University of Groningen, Belanda

Hingga saat ini mereka masih berstatus kewarganegaraan Indonesia mudah-mudahan mereka masih tetap setia kepada negeri layaknya Prof. BJ. Habibie yang tetap mempertahankan status WNI nya meskipun telah mendapatkan Warga Negara Kehormatan Jerman. (dkn)

Baca Juga :
ALUMNI KEDOKTERAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG (AKU) MELANJUTKAN STUDI S3/PHD DI LUAR NEGERI - See more at: http://www.alumnikedokteranumm.com/2016/08/alumni-kedokteran-universitas.html#sthash.v4bk3xaa.dpuf
ALUMNI KEDOKTERAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG (AKU) MELANJUTKAN STUDI S3/PHD DI LUAR NEGERI
Terima Satya Lencana Karya Satya, dr. Meddy S, Sp.PD Makin Bersemangat Tingkatkan Integritas Anak Didiknya
Mantan Rektor UMM Kembali menjadi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan
Gaji Dibawah Standar, dokter se-Malang Raya Tuntut Keadilan
DATA ALUMNI KEDOKTERAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG (AKU) YANG MENEMPUH PROGRAM PENDIDIKAN DOKTER SPESIALIS (PPDS)
 

Share This Article


Sebarkan !

0 komentar:

Setujukah anda dengan "dokter Layanan Primer"(DLP) ?