Senin, 17 November 2014

BBM Naik Biaya Kesehatan Meningkat, Premi BPJS dapat meningkat hingga 43,5 %

Korelasi ini didapatkan sebagaimana hukum permintaan dan penawaran. Dimana ketika penawaran naik maka biaya atau jasa akan semakin meningkat. Transportasi untuk obat dan biaya lainnya akan meningkat seiring dengan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM). Kebijakan ini tentunya berdampak sosial hingga ke akar rumput yaitu masyarakat. Kenaikan ini membuat para praktisi kesehatan berusaha seluas-luasnya untuk mempersiapkan diri terhadap gejolak meningkatnya jumlah pasien di masa mendatang.
Ilustrasi : Kendaraan Ambulance masih menggunakan BBM
Kita melihat listrik yang selama ini digunakan untuk keperluan sehari-hari bahkan untuk keperluan operasional sebuah klinik atau rumah sakit itu justru berasal dari pembangkit listrik bertenaga diesel yaitu berbahan dasar BBM. Meski diluar konteks kenaikan BBM subsidi ataupun nonsubsidi. Pikiran-pikiran semacam ini tentunya sudah menjadi pembahasan berlarut-larut pihak yang berwenang, dalam hal ini Pemerintah dengan tujuan kesejahteraan rakyat. Disamping itu ancaman bahaya gizi buruk terhadap masyarakat yang memilih makanan seadanya.

Sebagaimana diberitakan pada bulan Agustus tahun 2014 yang lalu pada media-media nasional bahwa tarif BPJs saat itu diusulkan naik hingga 43% yang digunakan untuk kesejahteraan masyarakat maka biaya iuran PBI atau Penerima Bantuan Iuran (dahulu Jamkesmas/Jamkesda) akan mengalami penyesuaian hingga Rp. 27.500 per individu. Artinya jika dalam bulan tersebut dimana BBM belum dinaikkan, sebuah sumber yang tidak ingin disebutkan namanya mengatakan tarif tersebut diperkirakan dapat meningkat hingga Rp. 30.000,- s/d Rp. 35.000,- untuk setiap penerima bantuan PBI.
Ilustrasi : Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum
Pada saat ini kenaikan tarif premi tidak berdampak pada dokter atau tenaga kesehatan sebagaimana yang terjadi selama ini, hingga penyesuaian tersebut digunakan untuk membayar Premi dasar asuransi. Namun jika ditilik lebih lanjut tidak menutup kemungkinan tarif jasa dokter justru ikut naik dan hal itu akan memberatkan BPJS dan pemerintah itu sendiri. Sehingga kenaikan BBM dapat berdampak efek domino di masyarakat terutama di bidang kesehatan itu sendiri.

Baca Juga :
Menuju Universal Health Coverage 2019, Dokter Layanan Primer Tetap Paling Dibutuhkan.
Indonesia Untold : Penemu Konsep Makanan Kemasan Steril Berasal dari Indonesia.Dokter Cintung Ontoseno Putro dan Filosofi "Si Tou Timou Tumou Tou
Bikin Gempar !, Pindad SPR, Senapan Khusus Sniper Buatan Indonesia
Lowongan Sebagai Dokter PTT-BSB di RSU dr.Soetomo
5 Warung Makan Terbaik di Kampus


Share This Article


Sebarkan !

0 komentar:

Setujukah anda dengan "dokter Layanan Primer"(DLP) ?