Minggu, 07 Juni 2015

Delegasi Kerajaan AKU untuk FIAKSI merapat di STOVIA

Terpilihnya Tim Presidium FIAKSI (Forum Ikatan Alumni Kedokteran Seluruh Indonesia) sejak dideklarasikannya FIAKSI di Gedung STOVIA Jakarta pada tanggal 11 Juni 2014 bersama Ibu Menteri Kesehatan RI dan perwakilan Alumni FK seluruh Indonesia membuka sejarah baru yaitu diawalinya acara Musyawarah Nasional FIAKSI Perdana di Aula Gedung Museum Kebangkitan Nasional (Gedung Stovia) Jalan Abdul Rahman Saleh No. 26, Jakarta Pusat.

Presiden Amirul AKU dr. Dedy Irawan bersama Menteri Kesehatan RI

Berdasarkan surat dari Kementrian Sekretaris Negara Nomor B/496/Ses Wapres/KK.00.01/04/2015 tanggal 14 April 2015 tentang Permohonan Persetujuan Membuka Munas FIAKSI maka para Tim Presidium FIAKSI segera meresponnya dengan mengirim surat ke semua Fakultas Kedokteran.

Di sebuah gedung bersejarah yang sekarang berdampingan dengan RSPAD Gatot Soebroto tersebut pertemuan yang berlangsung pada hari Sabtu (6/5/15) tersebut dihadiri oleh Presiden Amirul AKU dr. Dedy Irawan bersama dr. Shonif Akbar. Pada acara tersebut membahas masalah-masalah atau isu seputar peningkatan kualitas sumber daya manusia para dokter dan calon dokter serta kasus-kasus medikolegal lainnya. Isu tersebut bermunculan belakangan ini yang menuding pelayanan kesehatan negeri ini kurang maksimal dari berbagai sektoral terutama kawasan geografis negara Indonesia yang sangat luas diikuti minimnya jumlah dokter.

Delegasi Kerajaan AKU dr. Shonif Akbar bersama Presiden Amirul AKU

Serta tuntutan dari ledakan penduduk setiap tahunnya yang memaksa ratio dokter dengan penduduk menjadi tidak seimbang. Keberhasilan dari prestasi-prestasi dokter sebelumnya menjadi kurang terlihat disebabkan oleh media mainstream yang kurang seimbang. Salah satu isu yang berkembang adalah banyaknya pengobatan alternatif yang tidak tertib disebabkan pengetahuan masyarakat yang terbatas serta kesadaran untuk berobat yang kurang. Sebagai contoh seorang yang sakit kemudian mengurus jaminan kesehatan (BPJS) dan setelah sembuh kemudian tidak membayar iuran rutin kembali. Fenomena tersebut menjadi sebagian kecil dari salah satu tantangan tersendiri bagi dokter masa depan. (kun)


Baca Juga :
dr. Asep H berharap alat RJP Otomatis Mirip Tambal Ban Ini Tersedia di Seluruh RS Indonesia
Munas 1 Fiaksi
Gaji Dibawah Standar, dokter se-Malang Raya Tuntut Keadilan
dr. Moch. Ma'roef, Sp.OG : "Bedakan gangguan menstruasi antara jumlah/lamanya dengan gangguan siklus menstruasi "
Visite Ber-Vespa dan Jalan Hidup Bersahaja sang dokter Skuterian


Share This Article


Sebarkan !

0 komentar:

Setujukah anda dengan "dokter Layanan Primer"(DLP) ?