Jumat, 06 Juni 2014

Ada Cinta, Ada Benci, Ada Apatis Saat Mengenangnya

"Setiap aku mengenangnya aku memiliki kekuatan berlipat-lipat dalam melakukan tugasku detik ini."

"Setiap orang memiliki masa lalu yang ingin dilupakan."

Manakah dari dua kalimat diatas yang anda  pilih ?. Masing-masing personal bisa saja berbeda-beda jawabannya, itu semua tergantung apa yang kita rasakan saat itu.

Sebuah memori yang terlupakan di masa silam itu merupakan cerita yang tidak ada habisnya untuk generasi selanjutnya. Cerminan masa lalu yang dapat berulang di masa depan. Membangun rangkaian cerita berdasarkan bukti. 

Masa silam disaat belajar untuk menjadi seorang dokter dengan berusaha sungguh-sungguh yang pada akhirnya segala sesuatu dituai berdasarkan benih dari perbuatan masa yang terkenang itu. Bukan untuk terhenti di titik lemah masa itu, namun titik lemah itulah yang harus diperbaiki. Waktu memang tidak dapat mundur kembali, namun juga kita tidak dapat mengetahui apa yang ada di depan mata kehidupan kita selanjutnya.

Gambaran itu untuk mengingatkan kita akan jerih payah yang terkenang saat jatuh dan bangkit berkali-kali. Berdarah-darah dan dapat kita dengan mantap mengatakan.

"Kami menjadi seperti ini atas dasar kerja keras, kami buktikan kepada dunia !"

Membuka album kenangan, yang berisi bahagia, susah, senang, benci, cinta, hingga sesuatu yang pantas dikenang terus-menerus dengan penuh kebanggaan.

Mengenang masa silam
Kadangkala ada pengkhianatan yang terjadi dari orang-orang terdekat yang tidak ingin kita mengingatnya. Setiap orang tentunya memiliki masa lalu yang ingin dilupakan. Boleh saja hal itu yang berprinsip, namun kita tidak boleh lupa diri kita yang sebenarnya, dari mana kita dikumpulkan dari ikatan persaudaraan almamater kita. Hingga di masa depan kita siap untuk bangga akan jati diri kita yang kita perjuangkan dengan penuh kesungguhan. (kuro)

Share This Article


Sebarkan !

0 komentar:

Setujukah anda dengan "dokter Layanan Primer"(DLP) ?